Thursday, December 17, 2015

Of Qudwah, and Ukhuwah.

From you i learnt about time management. A mother of five. Plus one in the tummy. Plus another two groups of grown adults as your anak halaqah. Plus uncounted responsibilities on you shoulder... Im amazed to hear your alarm just to hear you say "oh, time to call my daughter"

You dont crack jokes. But talking to you soothes the heart. I feel humbleness in your words of wisdom. I feel someone is ready to listen passionately to anything i'd like to spill. 

With a 7 months foetus in the tummy, I saw you climbing up stair, driving miles apart, sleeping on the sofa while at the same time admit "it's painful to move around"

I remember that morning after Subuh that we had morning tazkirah by one of your mutarabbi.. As you saw me holding pen and notebook, you whispered "I forgot to take my mine". Though it's difficult, you stood up to your bag to get yours, carefully jot down points and notes from the tazkirah. While the one giving tazkirah is one of your mutarabbi. Dozens of years of tarbiyah never made you look as if you had enough. 

I'm humbled when i say, "can you spare me five minutes, i want to do my dhuha" at the time we're about to depart. And heard you reply "oh, i totally forgot" and saw you immediately put off your socks and headscarf as you were ready to jump into the car, just to climb up stairs to the bathroom for wudhu and dhuha too.

I think we spent time together for less than 24h. But the bond feels like the effort of years.. Allahuakbar! How Allah connects the heart. Maybe because it is your sincerity, maybe it is because of the untold mujahadah of you and the others.

Having had to go online in every halaqah; though we tried to utilize the technology as much as we can - being proactive, attentive, responsive, punctual - it is always not the same as face-to-face meetings. Alhamdulillah, given the chance that day; subhanallah I feel the vibe, the aura, the genuine ukhuwwah that is so strong between us. 

How could it not be?? These are the faces that has offered smiles to many other faces. These are the shoulders that held multiple responsibilities in own counties. These are the hearts that has undergone multifarious tests and mujahadah along this path of dakwah. The ukhuwah that often feels pale in our online halaqah... Rekindles. And I shall bare this sweetness in my heart - that ukhuwah because of Iman - gives you all the reasons to love.


Usrah/ mabit/ Birm/ 5th to 6th of December

Wednesday, November 11, 2015

Muka 22

Madrasah malam itu.
Satu muhasabah tentang kehidupan dia
Tentang kemanusiaan dia.
Tentang hubungan dia dengan manusia lainnya

Tentang dakwahnya.

Dia luahkan pada Allah
"Ya Allah, aku ingin perbaharui keberadaan aku di jalan dakwah ini"

Start over
Refresh
Rejuvenate


. . . . . . .


Usai subuh pagi itu bersama akhawat lain
Dia pegun di ruang tamu
Menyudahkan tilawahnya

Tilawahnya kurang berbanding hari biasa
Kerana dia ingin membuat hafazan pula
Muka 22 kali ini.

Serentak dia memulai hafazan,
Terpandang langit melalui tingkap di hadapannya
MasyaAllah, terkagum



awan bergerak pantas
dengan rona-rona merah jambu sebagai latar
jingga, biru gelap
Sungguh lukisan langit subuh Allah
Sebuah maha karya yang agung

sambil lidahnya melantunkan kalam-kalam Allah
kepalanya berselang mendongak ke pemandangan pergerakan awan
dan menunduk menatap kalam Allah setiap kali dia lupa sambungannya

Hingga tiga empat kali muka surat itu diulangnya
Dia mula cuba menterjemah setiap patah kata pula setiap kali membacanya
Masih, baca, dan dongak ke langit

Sambil mata tertancap pada rona merah betukar jingga di dada langit, lidahnya melantunkan..
"Qad nara taqalluba wajhika fis sama'"
...
Terdiam terus dia saat memahami makna kalimah itu
"Sesungguhnya Kami melihat wajahmu sering menengadah ke langit"

Kalimah 'wajhika fis sama'' (wajahmu ke langit) itu dibacanya tepat saat matanya sedang memandang langit.

bergetar jari jemarinya
panas terasa matanya
laju degupan jantungnya

Tangannya di dada merasai setiap denyutan jantungnya
Allah, Engkau benar-benar hadir.
Engkau benar-benar ada.
Engkau benar-benar wujud
Aku nak sangat jumpa Engkau!

Allah, mengapa Engkau mengubat jiwaku
Tanpa sempat aku meminta...

Dia jujurnya hampir lemas dengan kerja-kerja final year yang back-to-back, belum dicampur kerja dakwah. Setakat ni konsisten meeting setiap malam. Jika tidak, pasti ada halaqah. Pulang dari uni lewat jam 6 dengan langit sudah menjelang isya', bersiap untuk urusan malamnya pula.

Beberapa kali juga dia luahkan pada Rabb
"Aku serabut, I'm messed up, I'm lost"

Dan nyata, Rabbnya Maha Mendengar.
I don't need another remedy, Allah.
You're my cure.





Bahkan pernah.
Dalam perjalanan pulang dari bangunan lewat jam 5-6 petang
Tapi langitnya sudah malam, maghribnya jam 4.
Angin bertiup sangat kuat.

Hingga dia terpaksa berhenti terlebih dahulu, berlindung di balik pokok2.

Kemudian redah.

Waktu itu, rasa seperti keseorangan.
Tapi dia kata, Allah ada bersama aku, is more than enough.

Lidahnya kala itu sedang melantunkan zikir2 dari al-ma'thurat
Sambil telinganya pun disumbat earphone surah al-baqarah.

Saat lidahnya sampai pada bahagian
"Wa la tuhammilna ma la thaqota lana bih"
Serentak ipodnya pun sedang melantunkan ayat yang sama. serentak.

Dari itu, Allah hadiahkan sebuah perasaan.
Engkau tak sendiri.
Seolah Allah membaca bersama engkau.

Allah. Wordless. Priceless.


. . . . .

Hafazan masih diteruskan
Muka surat yang sama masih diulang hingga entah yang ke berapa kali
Sikit demi sedikit, dia memahami makna keseluruhan ayat yang diulang.

Sikit demi sedikit, it comes into her sense,
tentang apa yang Allah nak sampaikan

"Dan demikianlah kami jadikan kamu umat pertengahan
Agar kamu menjadi saksi ke atas umat manusia
Dan rasul menjadi saksi ke atas kamu..."

Semakin diulang
Semakin dirasa 'weight' ayat itu
Penyaksian kamu terhadap umat manusia

Penyaksian terhadap kebenaran.

Sungguh terjawab doanya baru beberapa jam yang lalu
"Ya Allah, aku ingin memperbaharui keberadaan aku di jalan dakwah ini"

Syahadah ini. Syahadatul Haq.








The day He stole my heart like no one did
A slave, longing to meet her Master

Wednesday, October 28, 2015

Manakan tidak cintaku tumpah



Manakan tidak cintaku tumpah
Buat sesusuk murabbi yang membuat cintaku pada dakwah melimpah

Tak banyak yang ia lontarkan
Tapi keikhlasannya meninggalkan kesan
Tak nyaring suaranya 
Tapi sentuhannya merenggut jiwa yang paling dalam

Membuat aku semakin rasa betapa benarnya dakwah
Betapa manisnya memberi saat tangan kekurangan 
Betapa sejatinya berkorban demi kebenaran

Betapa mulianya 
membantu agama Tuhan

Friday, October 16, 2015

Al-Kahfi: Kala aku baca kalamMu

Allah
Saat aku membaca kalam mu wahai Tuhanku



"Maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya, 

maka hendaklah dia mengerjakan amal kebajikan... 

...dan janganlah dia mempersekutukan dengan suatu apa pun 
dalam beribadah kepada Tuhannya"



Ya Rabb.
Aku terjeda

Aku merasa berat yang amat wahai Rabbku

Boleh jadi kerana tidak mampu

kerana terlalu banyak aku persekutukan Engkau
dalam kehidupanku



Telah aku duakan Engkau
Dengan tidurku, waktu rehatku, ruang privasi, masa lapang,

Aku duakan Engkau
Dengan fikiran dan expectation manusia,
dengan harta yang aku tahan-tahan.
dengan nafsuku sendiri.

Ya Rabb,
Begitu sukar aku meletakkan Engkau nombor satu,
Di atas segala-galanya

Sedang aku mahu hidup untuk Engkau.



Kala aku membaca perkataan para Pemuda Kahfi
"Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi,
Kami tidak menyeru sesuatu sebagai ilah selain Dia,
kalau kami berbuat demikian,
Tentulah kami telah mengucapkan sesuatu yang jauh daripada kebenaran"

Ya Rabb

Aku terjeda


Terhina

Oleh jiwa yang masih belum merdeka
Terjajah oleh dunia.





Monday, August 31, 2015

#itscomplicated

Bismillahirrahmanirrahim.

Bila ada ukhti yang wajahnya sentiasa ada di wasa'il tarbiyah, yang mobile, yang responsif, yang komited. Tak semestinya ia tak melalui ujian yang kamu lalui.

Sama sekali tak bermakna transportnya sentiasa ada di kala program-program memerlukan kehadirannya. Tak bermakna mak ayahnya faham sentiasa dan tak pernah menghalangnya ke program-program. Tak bermakna anak-anak usrahnya tiada event penting yang perlu dia ziarahi. Tak bermakna dia tak punya rakan-rakan yang juga perlu disantuni. Juga tak bermakna family events nya tak pernah clash dengan tarikh-tarikh program.

Ya ghafur.

. . . . . .



Sepulang dari rumah setelah tiga hari di daurah, aku lihat bilik tidurku yang dikongsi dengan dua orang adik. Baju-baju di atas katil. Bakul tersadai di depan almari. Rambut, habuk di lantai.

Dan kemudian, umi kata,

"Perempuan ni, kena perhati sikit kiri kanan. Awak tak tengok ke lantai bilik tu? Biar je.
Tak boleh asyik-asyik nak keluar je"

Ya rabbi. Mungkin saja ini titik lemahku ya Rabb.

Aku seal bibir daripada berbicara.

Walau, ya rabbi. Ya Sami'. Ya 'Alim.
Bukankah aku ni baru pulang?
Bukankah ada orang lain yang dah lama menghadap lantai tu.

. . . . . . .



Tarikh majlis itu. 3 hari sebelum penerbangan kaklah ke kuala lumpur.

Umi pujuk tak boleh ke kita buat seminggu kemudian.
Kesian kaklah takde di tarikh itu nanti. Dan balong.
Aku geleng perlahan.

Ampun umi abi.
Ada daurah yang telah di-set tarikhnya 2 bulan sebelum.
Dan aku tak boleh miss yang itu, dah takde orang lain dah yang boleh urus.

Walau majlis berlangsung aman.

Tapi jangka panjang.
Persepsi mereka terhadap aku sudah tidak sama.

. . . . . . .



Sometimes it tears my heart apart.

Bila aku perlu minta izin untuk keluar,
reaksi abi berbunyi

"Ha? keluar lagi? pergi mana pulak kali ni anak abi ni"

. . . . . . .



Astaghfirullah,

Jujur, setelah melalui kondisi-kondisi itu
Hati sering mempersoal.

Kenapa orang lain boleh meringan-ringankan kehadirannya ke daurah. Menjadikannya sekadar optional.

Ampunkan aku ya Allah.
Kalau persoalan-persoalan ini cuma timbul
Hanya kerana penyakit riya' bongkak dan merasa cuma engkau seorang yang berkorban
Kalau persoalan-persoalan ini cuma timbul
Hanya kerana Allah izinkan engkau hadir, hingga ketidakhadiran yang lain terlampau significant di matamu
Padahal kalau engkau tak dikuatkan Dia untuk hadir, absence yang lain tak beri bekas pun pada engkau.




Astaghfirullah

Melihat semula prestasi summer, usah cakap tentang adik2..
Tapi tarbiyah kakak-kakak sangat membimbangkan.

Kalau kehadiran 7/60 tu macamana ye kita nak conclude?

Apakah selama ni bilangan penggerak di UK sekadar angka?

Yang meledakkan perasaan aku bukan nombor2 itu.
Tapi realiti bahawa,

Inikah kondisi dakwah & tarbiyah ini sekarang???!!!

Kalau begini.
Apakah kekalahan dakwah kita sudah pasti?

Nastaghfirullahalazim.





. . . . . .

Astaghfirullah.

Banyak yang harus diperbaiki
Self-resolution:
- perlu lebih kencang menyantuni urusan rumah
- selagi possible, ikut je umi ke mana-mana



Astaghfirullah

Banyak yang harus disyukuri
Dia masih menganugerahkan jalan ini pada kita





Wednesday, July 15, 2015

Perbanyakkan niatmu, ia percuma.



Usah gusar meniatkan kebaikan,
harganya percuma, karunianya berjuta.

Niatkan,
Moga Allah sampaikan dengan cara Dia.




xxxxxx


Alhamdulillah.

Summer kali ini, besar ertinya.


kalau summer pertama tahun lepas,
tak tahu nak mindset apa.
tak tahu nak expect apa.
Tak tahu. Besar rupanya impaknya!

I didn't know how bad jetlag can do to me
Maka tahun lepas, berminggu-minggulah nak buang jetlag. melampau betul.
Bangun tengahari, pastu benci diri sendiri.
Nak giveup je rasa.

I didn't know, kerja DnT lagi banyak rupanya kat malaysia. #jujur
Cater kolper, uskab, program summer, PJJ dengan anak usrah, perancangan lokaliti untuk tahun seterusnya, tarbiyah sendiri
And they all happen, while you have commitment with family, mom's expectation with chores, weddings, family events, old friends' catching up events, etc.
*semput*

And alhamdulillah.
Yang penting usaha improve next time.



Menyedari apa yang menanti di Malaysia,
Dah set siap2, apa nak buat,
Apa taktik *muahahaha*


#1

Masih lagi gerun nak lawan jetlag,
Tapi masih set niat dan doa.

Dan biiznillah,
Touch down malaysia jumaat
Sabtu pergi johor ambik adik
Ahad ikut umi pergi surau
dan seterusnya.
Malam susah nak tidur,
Tapi pejam je mata sampai bosan.

Anddd, alhamdulillah.
At least I beat my last year's record!



#2

Mengetahui di malaysia, sangat banyak program dan urusan yang akan menuntut untuk keluar rumah, aku dah set, nak spend time dengan umi di rumah, nak langsaikan chores se-effective mungkin etc.

And biiznillah,
Ada maid pula kat rumah, sebab perlukan orang tengokkan wan
Walaupun masih je basuh pinggan mop lantai sapu sampah siang ikan
Tapi, banyak sebenarnya kerja2 rumah yang diringankan dengan kewujudan maid.

So, agak mudah kalau aku kena keluar rumah awal pagi.
Kalau tahun lepas, mood umi untuk izinkan keluar dipengaruhi kain dah sidai ke belum, cawan pinggan dah susun, lantai dah sapu etc.

Terus terdetik, mungkin Allah tahu aku nak bersungguh untuk DnT summer ni jadi Dia mudahkan sobsob.

Saat aku dah mindset, bersedia, dan rela perlu panjang tangan buat kerja2 domestik di rumah dengan lebih laju, kalau nak keluar untuk dakwah dan tarbiyah. Rupanya Allah mahu mudahkan lebih lagi.






. . . . .


Tak pernah menyangka pun akan mampu.

Walau dulu, berniat, dalam keadaan yakin akan fail.


Perbanyakkan niatmu, ia percuma.
Nanti biar Allah yang membuka pintu2 karunia.

Wednesday, July 8, 2015

#jiwadaie

Murabbi.

Kemurabbian
Menggoncang seluruh aspek kehidupan
Menggoncang jiwa kita
Segala rasa
Ada 

Engkau mencintai dia
Sepenuh hati
Ingin ke syurga bersamanya

Kadang ujiannya kecil
Di-unfriend, di-block,
Tapi jiwa daie harus besar
Lebih besar dari ujian2 yang dihadapi

Cuma kadangkala
Ia menjadi sakit
Kerana engkau 
mencintainya

Di mana hendak dicurah perasaan ini ya rabb?
Siapa yang menjaga hati para daie
Bila dia sentiasa menjaga perasaan mad’unya

Where do i pour my heart out O Rabb?
I dont wanna give up
But my heart tells no lie
It still wants to give its best
But put her in the darkness of night
it wants to cry hard
To gain strength to smile again
And face, maybe rejection again.

Siapa yang mengesat air mata para daie

Bila hatinya dicalari



Memang seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai fikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di saat lelapmu. isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umah yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedut kekuatan pada diri. Hingga tulang belulangmu. Daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari. (KH Rahmat Abdullah)


Kerahiban



Indahnya tarawih
Indahnya menahan lapar di siang hari
Indahnya menelusuri kisah dan cerita dari kalam Tuhan
Indahnya beruzlah dengan Dia.
Indahnya, ramadhan.


Kalau ikutkan jiwa
Indahnya kalau selamanya dapat bersendirian dengan Dia
Mengubat kegelisahan yang tak pernah berakhir bila berhadapan dengan dunia
Merehatkan diri, dari dosa yang teruss mengalir, dalam sedar atau tidak.
Mendapatkan ubat, untuk jiwa yang sakit, atau disakiti.

Tapi.
Alangkan sang nabi menolak tawaran Malaikat 
Untuk tetap tinggal di langit yang suci
Padahal, pasti jauh lebih indah, bertemu rabb saat dunia membuangnya.
Kerana baginda tahu, dia di situ hanya untuk mengambil bekal
buat melaksana tugas di bumi, yang mungkin saja mengusirnya.


“Mereka sangka agama itu adalah uzlah dan pertapaan
dan asyik dalam wirid dan zikir
Anehnya kulihat mereka beriman dengan sebahagian
Kelihatan hati mereka kufur dengan sebahagian lagi”

-Muntalaq



Tuesday, June 23, 2015

Soif

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah.

Summer. sebernarnya waktu yang sangat aku tunggu. Mungkin kerana aku ni tak cukup kuat :’(

Aku tak tahu bagaimana mujahadah akhawat lainnya. Tapi, ya rabb, aku jujur yang aku teruji dengan perubahan waktu solat yang sangat drastik throughout the year di negara 4 musim! Lepas 2 minggu je, waktu solat boleh berbeza setengah jam dari sebelumnya!


Palingg mencabar sebenarnya. When it approaches summer. 

Bagi seorang yang bukan night person, waktu malam adalah waktu energy low. Bila Isya’ masuk pukul sebelas lebih, fokus dah tak berapa ada, badan dah letih ngantuk. Sebab tahu subuh esoknya pukul dua tiga pagi dan hampir mustahil untuk bangun lebih awal dari tu, isya’ disambung dengan tahajjud. Tahajjud, dalam keadaan dah letih dan rush untuk tidur juga supaya tak terlepas subuh esoknya. Ya rabb.


Lemahnya mujahadah engkauu!!!!!!!

Sedih. Baru mengenali diri sendiri.



Dan aku sangat perlukan ummi yang paling jujur tegurannya.
“Umi tengok na sekarang dah distracted”
“Kenapa nak sekarang dah tak selalu etc etc”



Tahulah tarbiyah dzatiyah yang masih lemah.




Summer, selalu menjadi tempat aku mencari nafas dan rentak semula.

Aku perlukan oxygen itu. Engkau ya Allah.




Moga ditemui nafas baru itu.




Saturday, May 30, 2015

Of Maryam and Ummu Ahmad

Di kebanyakan masa,
Kita sendiri tak mengenali hati kita

Tak mengenali cara mengawalnya, menjaganya
Bahkan, cara merawatnya...



#pascafirstpaper mungkin
Aku, rasa lost. Hope.. 

Esoknya second paper.

Bangun dan tilawah selepas subuh.
Dah target nak stop after page kelima.

And the last verse on the fifth page
"Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu,
Niscaya ia akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu"
[Maryam: 25]

Ilham Allah kepada maryam.
Saat sakit melahirkan sudah tiba.

Allah yang telah menjadikan sebuah anugerah di dalam rahimnya
Manusia, tanpa bapa.
Lantas, apa sukarnya Allah hendak memberi setakat kurma kepada Maryam?
Allah lebih dari bisa, bahkan kalau hendak menurunkan sedulang makanan untuk Maryam.

Tapi firmanNya,
"...Goyangkanlah pangkal pohon kurma itu.."

Maryam yang sedang sakit melahirkan,
Apa kudrat yang ia punya?
Tapi Allah suruh jua ia 'berbuat'
Nanti biar Allah sendiri yang mengarunia rezeki.

Kalau bicara soal tawakkal,
Tak mampu nak tandingi tawakkal Maryam,
Sang terpilih melahirkan seorang nabi.
Tapi tawakkalnya, dengan ikhtiyar.

Buat saja,
Let Allah handle the rest!

Ya Rahman.


"wa huzzi ilaiki bijiz'innakhlah"
Saat itu, menjadi penghibur di setiap kesempitan
Dan gusar.



Sebelum bertolak ke dewan exam,
Solat dua rakaat dan nangis macam bayi
Engkau je pemilik hati ini
Tak tahu macamana nak rawat

Sebelum ke dewan exam,
Stay di masjid 2-minutes-away dulu,
Sebab perlu menanti zuhur yang hanya 25 minit sebelum exam

Duduk, di ruang perempuan.
Pandang kiri kanan
Semua iklan, pesanan,
Dalam bahasa Arab.

Bukan semuanya aku paham immediately.
Sekilas aku pesan pada diri,
It's worth learning this language seriously.

Beberapa minit, ada makcik masuk dan duduk di atas kerusi.
Aku menoleh
"Is this the area for women?" Tak selalu ke sini, kurang pasti.
Makcik tu jawab dalam bahasa Arab and looks struggling to speak in English.
Aku pun cakap je dengan dia guna broken Arabic.

"Min Ain?"
"Suriyah"

Terus aku bangun dan peluk beliau.
Allah, rupanya begini Engkau merawat hatiku.
Have been a few days, aku merindui mereka.
Akhawat Suriya.

Borak daripada masuk waktu pukul berapa,
Khutbah pukul berapa, ke
Belajar apa, di mana
Tinggal dengan siapa

"Housemates semua cakap arab ke?"
"Tak, sebab tu lah saya tak practise. Jadi saya kurang fasih"
Tersalahkan housemate pulak.
"Takpe, datanglah ziarah saya, boleh cakap Arab dengan saya"
Allah.



"Moga Allah beri kejayaan kepada kamu"
"Aku sangat bersyukur dan bergembira bertemu kamu"
"Moga kita bertemu lagi nanti, di Jannah kelak. Kita semua"
"Moga Allah kurniakan kamu sebaik2 amal"
Ummu Ahmad.



"Dia (Ibrahim) berkata, "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku"
[Maryam: 47]


Monday, April 13, 2015

BIG Syukr



Di banyak sela waktu. Kawan berjalan pusing tanah kerajaan bersatu, tapi aku harus senyum dan tetap di bumi sheffield, sedar saku kempis bahkan terjerut. Di hujung2 minggu, aku sudah buang angan2 hobi pergi city, jalan sana-sini, sedar bukan prioriti, awal hingga akhir sem weekend fully booked untuk program lokaliti, jika bukan kawasan mahupun nasional. Ke notts, birm, dah entah berapa kali walaupun tak pernah pusing pun bandarnya, sampai, program, habis, terus ke stesen; masa yang ada cukup2. Jujur aku tak mahu berkira dengan Allah. Aku buang jauh2 rasa terpaksa, rasa jeles, tak mahu toleh, tak mahu bagi ruang ia dalam hati aku. Tak mahu sesal, aku sendiri yang pilih jalan sebegini.

Kira2 dua bulan yang lalu, abi tiba2 post gambar bording pass ke london for a week. 3-10 april. Dalam teragak2, lapor pada murabbi, sebab clash dengan a 3 days daurah. Dan jawab beliau, "santuni parents tu" Allahu rabbi. Within that one week, Allah izinkan jalan ke manchester pusing stadium, bradford, naik peak district, makan lobster eh. Sungguh aku tak terfikir pun akan ada peluang ini. Rasa macam retreat, jangan berkira dengan Allah, Allah tahu bagaimana hendak beri dengan cara Dia sendiri T_T

Mula2 kengkonon dah pakat ngan kaklah, kita tanggung sume2 abi umi kat sini. Duit kat bank pun dah asing. Tapi sekali. Nak bayar barang sendiri pun abi jeling huhuu. Entah ke mana tah pakatan tu. Hadza min fadhlika ya rabb. 

Travel. Banyak mengajar kita, sangat. Aku jujurnya excited abi umi nak datang, sampai the night before xdapat tidor, pergi kemas store lah vacuum lah. ni lawak sikit konon2 dah besar takdela eksaited cam budak kecik rupanya hmph. Naik bas, dah nak sampai, jalan jem so sampai sejam lewat, dr coach station ke tube station jauh, dah sampai tetiba kena beratur panjang sbb oyster card hilang, dgn panasnya, tgk jam, abi umi dah nak sampai, nak inform, phone hilang. Dah naik train, piccadily line ada signal failure lah pulak, slow down, delay. Dah sampai heathrow, terambik tube pergi terminal lain. Patah balik. Tube ke terminal 4 takde pulak, risau ni um abi tunggu tapi helpless sbb phone xde. Allahu rabbi. Sangat menguji! Last2 jumpa umi ada sisa2 stres dalam jiwa, excited dah hilang dah. Peluk umi keluar air mata sebab stres *hormon ke apa* T_T Allah tak nak aku excited sangat mungkin, berpada2. Besarnya tarbiah daripada sebuah musafir!

Aku sangat lemah skill merancang perjalanan, banyak kali menyusahkan orang :( untuk trip ni, ingatkan makcik pakcik ni suka scenery, tempat2 ceruk kampung, but it seems the opposite with abi --" cari sana sini outlet, makan tempat yang student marhaen macam aku terhijab dari jejak --", padang golf. Jujurnya, waktu ni, sume yang dibeli abi umi nak bayarkan, apa2 je, yang crucial atau merepek. Memang kalau nak beli merepek tu boleh sangat. Tapi bukankah Allah telah mentarbiyah kamu? Dengan tangannya sendiri? Fasa2 tersepit dulu, bukankah Dia sedang mendidik hakikat harta yang Dia pinjamkan? Berharga sangat tarbiah yg satu tu. Dan tadabbur each day sepanjang minggu tu balik2 tentang orang yang tak meyakini mereka akan menemui Allah, harta dan kesenangan, betapa haqnya akhirat *sobs* sendiri pikir la T_T




Menyantuni umi dan abi, in the road to begging for His mercy. Melihat wajah mereka, i found serenity, terlihat harapan dan cita2.. Allah, make me better each day. Di malaysian hall pulak, terjumpa cikgu alamin, ya Allahhh, makinla rindu bumi alamin - gurunya, didikannya, susah dan senangnya - everything. Peluk cikgu serap aspirasi guru2 T_T this is a true retreat, all praises to Allah.


Saturday, March 7, 2015

The heart beats 'rabb'

Yang sebenarnya pergi swim

as an escapisme


Half of the time spent,

Terfikir, mestila suka swim,

kan sunnah?


And surprisingly, the remaining laps in the pool were much more enjoyable, rasa lagi mudah control pernafasan, control movement pun lebih relax, speed pun lagi laju.

Yang sebenarnya, ia lebih seronok bila kita re-compass our heart towards its actual direction kan. Hati kita ni sebenarnya rindu Allah, nak Allah, cling sendiri towards Allah. fitrah nya.

Bila kita hantarkan ke arah yang sebenar. Bukan itukah sebabnya, degupannya tenang, setiap sendi yang dikerah lebih kuat dan nafas yang dihirup pun membahagiakan. Indahnya, Allah.



Hingga 3 min terakhir,
semua dah keluar,
tinggal aku sorang,
lifeguards dah bangun dari kerusi2.

Aku sibuk nak tambah lap lagi.

Setakat ni, dengan hujung minggu yang susah nak lekat di sheffield,
memang berkesempatan swim sekali je persem (?)

Mana mungkin aku bazir 3 min yang bersisa
Hanya kerana segan tinggal sorang (?)



Jujur, tiap kali Allah izin swim

Tiap kali itulah, sebenarnya aku sedang depressed.

Bila aku cuba cari hati dalam solusi2 common aku

Bila aku buat itu, ini.

Dan result masih sama.



Dan bila tiap sendi yang aku gerakkan
Dalam solat pun

Bisikkan aku nak Allah
dengan energi yang dikerahkan.
Mencari di mana dosa
Kalau hari yang dimulai qiyam
Pun masih aku mampu down.
Aku tak tahu lagi, Allah..
Bagaimana lagi
Engkau je solusi yang aku ada.

Di tengah muhasabah kelam

Allah izinkan hati terawat di kolam renang?



Bila jiwa terubat, beban terangkat

Saat berjalan pulang, seorang.

Dan rasa.



Ya Allah, Engkau masih nampak aku?


The heart, finding its missing piece.



Kalau dari kolam renang pun, dapat 'jumpa' Allah,
kenapa tidak.


Allah, rindu.



Sunday, March 1, 2015

Hati, jangan gusar.

Pernah ada masa-masa, kalah pada hati yang khilaf

Rasa rimas bila ada orang yang asyik nak menempel kat kita
Boleh, tapi jangan agresif sangat boleh?
And biar natural?

Hingga pernah aku ubah saf solat bila dia yang di sebelah.

Dan the first verse right after the prayer is
"Dia bermasam muka dan berpaling" [Abasa:1]

Khilaf.
Dan masih belajar.
Walau Allah dah sound direct.
Aku masih dalam mujahadah ini.


x x x x


Pernah ada masa-masa, bila berurusan dengan ajnabi.

Aku buat gaya biasa aku cakap,
Ye, gaya biasa?

Aku rasa, jadi diri sendiri je lah.
Kenapa pula bila dengan lelaki nak lain terus?

Dan sepulang ke rumah
Allah berkata,

"Wahai isteri-isteri nabi,
Kamu tidak sama seperti wanita2 lain,
jika kamu bertaqwa..."
tears
 
"..Maka janganlah kamu melunakkan suara
dalam berkata2, hingga menimbulkan keinginan
orang yang dalam hatinya ada penyakit,
dan katakanlah perkataan yang baik" 
[Al-Ahzab: 32]


x x x x


Pernah ada masa-masa, rasa mas'uliyah itu, is not meant for me.

Berat sangat ni.
Aku tak layak pegang.

Jaga. Tarbiah. Summer (?) 

Dan...

"Dan tidaklah patut bagi orang2 yang beriman,
lelaki dan perempuan, apabila Allah dan RasulNya
menetapkan keputusan mengenai sesuatu,
dia mempunyai hak untuk memilih ketetapan sendiri
mengenai urusan mereka.."
[Al-Ahzab: 36]

Thursday, February 12, 2015

Fragile

Kaki melangkah

hati bercampur rasa.


Allah

Layakkah aku diampun?






* * *


Bunyi phone siapa pula ni. Macam kuat. Macam perlahan.

Tengok ipad.

Eh~! umi call!




"umi"

"ye"

"I hate myself"


"kenapa pula?"

"I hate myself"




"ha? siapa hate myself?"
Terdengar suara abi yang rupanya dari tadi ada di sisi umi.

Cepat aku gelak.

Aku tak biasa cerita cerita hati dekat abi. Nak tukar topic.




"why do you hate yourself?

you are the best creation of God"

Kolam air mata pecah.
Laju.

Tangan aku cover lensa ipad.



"kenapa tutup tutup pula tu? abi nanti kita pergi UK la eh? jom abi"

Aku dengar umi melantunkan kalam Allah

Ya ayyuhalladzina amanusbiru wa Rabitu

Surah al-Insyirah

Ayat kursi

Surah At-Talaq




Allah.



Sungguh. Moral aku tengah down sangat.

Kalau bukan sebab aku ada Allah,
memang dah meroyan agaknya.


Sakit.








beberapa minit berselang.




senyum

"saya okay je umi :)"





"hurm. abi tengah buat apa?"


lensa dipusing 180 darjah.


"tu abi"

kelihatan abi sedang duduk membelakangi lensa


"abi tengah buat apa?"

abi menoleh. senyum. tunjuk handphone.


"ni. tengah buat sudoku"





"haaaa???!!?!?! seriously abi?"



her daughter was crying and he played sudoku :'')))

Now that really is the Nas Tamimi I used to know -,-"




"ye la tunggu anak abi nangis lama sangat, abi main la sudoku dulu"

*jawapan legend*















Monday, February 2, 2015

Bhagva Hai Kaha Re Tu

Letak kepala di lantai.

Menghadap siling.

"Eh eh" ukhti Melati di sebelah menjeling.


"Saje" dibalas sengih kerang busuk.



Selang beberapa minit.

"Tolong check"

Cahaya yang tadi berbaring, kini duduk.
Meminta Melati memeriksa hafazannya.
Antara wajibat (kewajipan) sepanjang konferens riang.

Selesai diperiksa.



Melati masih merenung Ayat 9 hingga 11 surah Al-Ahzab itu.
Kemudian memandang wajah Cahaya pula.
Silih berganti.

"Ooo kena baring eh. Gradient, baru ayat tu turun ke bawah"

Melati pula berbaring di karpet masjid.

"Itu rupanya rahsianya"



Cahaya pecah perut.

* * *



"Dah tengok cerita PK?"

"Dah"

"Bhagva Hai Kaha Re Tu"
Melati mengalunkan mengikut rentak
Antara soundtrack filem itu.

"God where are you?"
Cahaya meneka maksud baris lirik Hindustan itu

Cepat Melati mengangguk.

"Macamana akak boleh tangkap lagu tu? Saya tak tangkap langsung"

"Aku memang macam tu. Lagu Hindustan sekali tangkap je, aku dah boleh hafal dah"

"Ye ke?"
Kagum.

"Haah. Tapi dia berulang-ulang lah kan."

"Ooo. Dahsyatnya"

"Tu lah masalah aku. Lagu hindustan cepat je lekat. Ayat qur'an ni tak hafal2 pulak"



Cahaya pecah perut lagi.

* * *



Aku kagum usahamu ukhti.

Entah bagaimana pula kekaguman Allah terhadapmu.


Thursday, January 29, 2015

Dinihari

Kala dinihari

Terlihat sesusuk tubuh

Jijik
Kotor
Busuk

Teramat sering lupa
Bahawa diri kotor
Bagaimanakah bisa?

Teramat sering merasa suci
Mulia
Tinggi




Jijik

Mual


Dengan si angkuh,


Diri sendiri.

Tuesday, January 13, 2015

That special one.

That one
I will regret to not chase after
my whole life

That one
I would force myself to love

Allah.





That time of the month
Which every woman alive experiences
That emotion-swing

That feeling of
crying
blaming
or remaining shut the whole day

Only He pampers
He must notice those days
Where tears are greater than usual

The place to menggedik, bermanja

Only in His arm.