Jot it down
Mahu mengingat setiap detik ditarbiyah Allah.
Monday, September 12, 2016
Hari-hari terakhir. #tb
Iftar terakhir di bumi Sheffield,
Diluangkan di rumah Kak Yanti,
Usrahmate yang beranak dua.
Ah pasti kurindu anak-anak itu.
"Do you go to school today?"
"Yes"
"Who do you meet at school?"
Bilang dengan jari. One "Adam"
"Ohh. you love him so much?"
"Yes"
Two."Sandsh"
"Sandsh?"
Geleng-geleng "Sandsh"
"Oo, Sandsh"
Geleng-geleng-geleng "Sandsh!"
"Friends?"
Angguk.
Ketawa.
Three. "Teacher"
Haha.
Before balik.
"Hubbb" Sambil depa tangan
*Huggs*
Sebelum balik, salam kak yanti, peluk.
"Jaga diri, take care sana, semoga thabat, lalala"
Bagai angin lalu ia melepasi telingaku.
"Jazakillahukhayr akak..." Air mata berderai.
Satu persatu momen bersama terimbas.
Aku ingat saat-saat aku merasa sakit di jalan dakwah ini,
Sakit yang menyelinap ke lelap bangunku, makan minumku, sendiri atau di tengah keramaian,
dan ukhti yang ini membalas lembut,
"Jangan mengalah"
Laju air mata menderu.
Saat berkongsi duka.
berpeluk, kerana melalui mehnah ini sendiri,
nyata tak berupaya
Saat pertama kita bersua, tak pernah kenal,
tapi mesra dan panjang bicara,
kerana medan dan visi kita sama.
Saat masaku penuh,
lalu kau tangkas mencukupiku
terhadap mas'uliyat yang ada,
"Jazakillahukhayr akak.."
Suara mula berubah
"Dengar masalah saya.."
"Bagi kata-kata semangat.."
"Tolong bantu jaga EMSY"
Dua-dua teresak.
Tuesday, July 5, 2016
Ramadhan yang datang dan pergi
Alhamdulillah Allah still let me open my eyes on the 30th Day of Ramadhan - The final day of the holy month.
What a heavy heart I have to let ramadhan leave. Too heavy I'm so afraid, my sins are still not forgiven.
Aku rindu malam-malam yang diisi dengan tarawih dan tilawah
Aku rindu siang yang tak dilalui kecuali dengan menahan diri
Aku rindu betapa luasnya pengampunan dan betapa hampirnya syurga yang dijanjikan - ia memberi pengharapan terhadap para pendosa yang hina, seperti aku.
Aku rindu dekatnya Dia, dan barakahnya setiap detik dalam bulan mulia ini.
Kalaulah bisa ditahan waktu dari merangkak pergi...
Ramadhan
tempat mengutip bekalan,
finally makes it way.
Biar masih sehari berbaki,
Ku bisikkan kerinduan pada Ilahi,
rindu pada bulan barakah kurniaanNya
sedih yang tak terucap.
Biarku bisikkan perasaan ini pada Rabbi,
dengan bahasa yang cuma aku dan Dia mengerti.
Nyata Rabbku membalas,
dalam tilawahku pada hari itu.
Dengan kisah Ibrahim alaihissalam.
Aku terjeda pada kisah Ibrahim yang tulus mencari.
Allah mahu mengajarku melepaskan...
Bintang, bulan, mentari. Semuanya hadir dan pergi.
Begitu juga ramadhan yang menyinar - ia hadir, dan harus jua pergi.
Namun Rabb, pencipta dan pemilik ramadhan,
Tetap saja ada.
Tetap menawarkan keampunan,
Sedia mendengarkan dan mengabulkan pinta para perayu.
Barakahnya ramadhan,
Kuatkah aku melalui sebelas bulan mendatang?
Gusar dan harap
What a heavy heart I have to let ramadhan leave. Too heavy I'm so afraid, my sins are still not forgiven.
Aku rindu malam-malam yang diisi dengan tarawih dan tilawah
Aku rindu siang yang tak dilalui kecuali dengan menahan diri
Aku rindu betapa luasnya pengampunan dan betapa hampirnya syurga yang dijanjikan - ia memberi pengharapan terhadap para pendosa yang hina, seperti aku.
Aku rindu dekatnya Dia, dan barakahnya setiap detik dalam bulan mulia ini.
Kalaulah bisa ditahan waktu dari merangkak pergi...
Ramadhan
tempat mengutip bekalan,
finally makes it way.
Biar masih sehari berbaki,
Ku bisikkan kerinduan pada Ilahi,
rindu pada bulan barakah kurniaanNya
sedih yang tak terucap.
Biarku bisikkan perasaan ini pada Rabbi,
dengan bahasa yang cuma aku dan Dia mengerti.
Nyata Rabbku membalas,
dalam tilawahku pada hari itu.
Dengan kisah Ibrahim alaihissalam.
"Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang lalu dia berkata, 'Inilah Tuhanku', Maka ketika bintang itu terbenam, dia berkata, 'Aku tidak suka kepada yang terbenam"
"Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata, 'Inilah Tuhanku." Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, 'Sungguh, jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat"
"Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata "Inilah Tuhanku, ini lebih besar', Tetapi ketika ia terbenam, dia berkata, 'Wahai kaumku sungguh aku berlepas diri terhadap apa yang kamu persekutukan"
"Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan, mengikut agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik"
{6:76-79}
Aku terjeda pada kisah Ibrahim yang tulus mencari.
Allah mahu mengajarku melepaskan...
Bintang, bulan, mentari. Semuanya hadir dan pergi.
Begitu juga ramadhan yang menyinar - ia hadir, dan harus jua pergi.
Namun Rabb, pencipta dan pemilik ramadhan,
Tetap saja ada.
Tetap menawarkan keampunan,
Sedia mendengarkan dan mengabulkan pinta para perayu.
Barakahnya ramadhan,
Kuatkah aku melalui sebelas bulan mendatang?
Gusar dan harap
Thursday, June 2, 2016
Aku rela.
Bagaimana bisa aku jadi yang paling Engkau cintai?
Engkau pandang
Engkau beri perhatian
Walau cuba aku meraih perhatianMu
Kerana tangan yang diangkat berdoa
Disalut maksiat pekat
Kerana suara yang lirih merintih
Samar-samar dek lagha dan kelekaan
Tak mengapa andai aku bukan yang paling Engkau cintai
Tapi biar Engkau yang paling aku cintai
Yang aku.. Rayu. Harap. Rintih.
Tak mengapa andai doaku tak didengari
Asal Engkau beri aku rezki, untuk selalu berdoa padaMu
Monday, May 23, 2016
Verily, I'm near.
Tak senang duduk.
Terdetik.
Tak semena. Computational practice yang sedang dilakukan pun tiba2 jadi serabut. Serba tak kena. Asyik error. Tudung pun rasa rimas.
Berhenti kejap. Ke tandas. Betulkan tudung. Wudhu'
Kembali.
I'd better delete this one.
And start over
Set up
Intialize
Run
.
.
.
Blank
Tiada data.
Bertahan.
Browse semua tab yang ada mencari apa yang dia tersilap
Tab run calculation
Iteration: 0
Itulah sebabnya tiada data!
"La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minazzhalimin
Terpacul spontan di bibirnya
Tiada ilah melainkan Engkau. Maha suci Engkau sesungguhnya aku termasuk hamba2 yang zhalim
Kalau.
Kekalutan dan serba tak jumpa dalam studi. Buat makin rasa hinanya diri, dan besarnya Dia... Biarlah aku menghayati kehinaan ini.
Terdetik.
Allah, kenapa Engkau dengar keluhan aku?
The verse translating to:
"Dan apabila hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku penuhi permintaan para peminta apabila mereka meminta...."
Immediately heard on the earphone.
Allah, to you I surrender.
Ukhti, aku kerinduan.
Saat dinding muka bukumu kulihat hanya post peribadi
Ukhti, aku dirudung sayu
Saat kau kulihat berbalas komen dan like di dinding sang tunang
Ukhti, aku dicengkam pilu
Saat engkau berkomentar peri filem panggung terkini
Ukhti, aku dihurung sepi
Dadaku berombak - Ukhti,
Kau tak membenci jalan ini
Kau tak terbeban oleh jalan ini
Kau tak dikongkong oleh jalan ini
Kau cuma
Teralih oleh mehnah peribadi - yang mencengkam
Tertipu saat disibukkan oleh dunia - yang memperdaya
Tertahan dek maksiat hitam membesit - yang mengaburkan tujuan
Hingga engkau lupa,
Ini jalan indah yang pernah kita ikrarkan bersama
Ini jalan sukar, yang keserabutannya mengajar kita erti kemanisan
Ini jalan anbiya', yang tak mungkin kita pilih selainnya
Ukhti aku merayu
Janganlah engkau berputus asa dari jalan dakwah ini...
Di tengah bening dhuha
Aku teringat
Ukhti, aku dirudung sayu
Saat kau kulihat berbalas komen dan like di dinding sang tunang
Ukhti, aku dicengkam pilu
Saat engkau berkomentar peri filem panggung terkini
Ukhti, aku dihurung sepi
Dadaku berombak - Ukhti,
Kau tak membenci jalan ini
Kau tak terbeban oleh jalan ini
Kau tak dikongkong oleh jalan ini
Kau cuma
Teralih oleh mehnah peribadi - yang mencengkam
Tertipu saat disibukkan oleh dunia - yang memperdaya
Tertahan dek maksiat hitam membesit - yang mengaburkan tujuan
Hingga engkau lupa,
Ini jalan indah yang pernah kita ikrarkan bersama
Ini jalan sukar, yang keserabutannya mengajar kita erti kemanisan
Ini jalan anbiya', yang tak mungkin kita pilih selainnya
Ukhti aku merayu
Janganlah engkau berputus asa dari jalan dakwah ini...
Di tengah bening dhuha
Aku teringat
Aku rindu saatnya
Imanku lemah dan engkau, menguatkan
Aku keculasan dan engkau, mengingatkan
Aku keletihan dan engkau, memberi semangat
Antara kelibatmu - kamu, kamu dan kamu di jalan ini dan sebuah memori
Ukhti, aku kerinduan.
NDNT
10:36:34
23.05.16
Exeter Way, Sheffield
Thursday, April 14, 2016
Jalan Thabat.
Saat seorang ukhti, yang dilahirkan dalam keluarga ikhwah akhawat berbicara,
"*** dah taknak join usrah. Selama ni dia join sebab mak dia suruh je. Dia kata tak sabar nak keluar sekolah nak bebas dari usrah-usrah ni. Tahu2 nama dah kena forward, xboleh lari dah. Bila fly pun sama. Setiap kali nak pergi usrah stress"
Saat seorang ikhwah, yang suatu masa dahulu merupakan YDP di kawasanmu, melontarkan,
"Just to clarify, I'm no longer part of ****M"
Kita makin kenal,
Tabiat jalan ini.
Jalan thabat.
Kalau bahkan YDP engkau sendiri bisa bicara yang seperti itu, kita makin tahu, keberadaan kita di atas jalan dakwah ni, kita sandarkan cuma pada Allah.
Pada Allah cuma.
Feeling demotivated,
mungkin bukan kerana terkejut,
atau merasa goyah...
Tapi kerana,
mereka ikhwah akhawat yang dicinta.
"*** dah taknak join usrah. Selama ni dia join sebab mak dia suruh je. Dia kata tak sabar nak keluar sekolah nak bebas dari usrah-usrah ni. Tahu2 nama dah kena forward, xboleh lari dah. Bila fly pun sama. Setiap kali nak pergi usrah stress"
Saat seorang ikhwah, yang suatu masa dahulu merupakan YDP di kawasanmu, melontarkan,
"Just to clarify, I'm no longer part of ****M"
Kita makin kenal,
Tabiat jalan ini.
Jalan thabat.
Kalau bahkan YDP engkau sendiri bisa bicara yang seperti itu, kita makin tahu, keberadaan kita di atas jalan dakwah ni, kita sandarkan cuma pada Allah.
Pada Allah cuma.
Feeling demotivated,
mungkin bukan kerana terkejut,
atau merasa goyah...
Tapi kerana,
mereka ikhwah akhawat yang dicinta.
Monday, April 11, 2016
Al-Birr.
Aku kira ini bukan escapisme.
A retreat instead.
Menerima kata-kata yang dirasakan pedih dan mencucuk. Kasar dan tak mengenal belas. Sakit. Nak membalas pun, terlalu penat untuk itu. Bila simpan sendiri, kadang aku cuma perlu beberapa saat pejaman mata untuk beritahu hati, sakit.
Tinggal beberapa depa cuma ke rumah sewaan. Aku decide untuk solat di surau berdekatan instead. Menanti sang muazzin melaungkan iqamat, aku teruskan hafazan.
Lidah dilantun-lantun seiring gerak anak mata. Hati.. menerawang. Hingga ia teringat kembali kepedihannya. Serentak itu lidah sedang tepat melantun baris kalamNya berbunyi
"Dan orang-orang yang bersabar pada kemelaratan, penderitaan dan ketika waktu perang..."
Lemah.
"Mereka itulah orang-orang yang benar.."
Kelajuan bacaan makin perlahan, perlahan.. Aku bukan orang itu ya Allah..
"Dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa"
Jauh.
Pujukan paling lembut. Terhadap keserabutan ini. Minda, hati, nurani.
Aku biar masa berlalu, dan aku mengulang lagi muka surat yang sama. Tiap kali hati mengingati apa yang menyakitinya, tiap kali itu lidah sedang mengulang ayat yang sama itu. Tentang para penyabar itu.
Allah, mengajar aku tentang al-Birr.
A retreat instead.
Menerima kata-kata yang dirasakan pedih dan mencucuk. Kasar dan tak mengenal belas. Sakit. Nak membalas pun, terlalu penat untuk itu. Bila simpan sendiri, kadang aku cuma perlu beberapa saat pejaman mata untuk beritahu hati, sakit.
Tinggal beberapa depa cuma ke rumah sewaan. Aku decide untuk solat di surau berdekatan instead. Menanti sang muazzin melaungkan iqamat, aku teruskan hafazan.
Lidah dilantun-lantun seiring gerak anak mata. Hati.. menerawang. Hingga ia teringat kembali kepedihannya. Serentak itu lidah sedang tepat melantun baris kalamNya berbunyi
"Dan orang-orang yang bersabar pada kemelaratan, penderitaan dan ketika waktu perang..."
Lemah.
"Mereka itulah orang-orang yang benar.."
Kelajuan bacaan makin perlahan, perlahan.. Aku bukan orang itu ya Allah..
"Dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa"
Jauh.
Pujukan paling lembut. Terhadap keserabutan ini. Minda, hati, nurani.
Aku biar masa berlalu, dan aku mengulang lagi muka surat yang sama. Tiap kali hati mengingati apa yang menyakitinya, tiap kali itu lidah sedang mengulang ayat yang sama itu. Tentang para penyabar itu.
Allah, mengajar aku tentang al-Birr.
Subscribe to:
Comments (Atom)