Tuesday, July 5, 2016

Ramadhan yang datang dan pergi

Alhamdulillah Allah still let me open my eyes on the 30th Day of Ramadhan - The final day of the holy month.

What a heavy heart I have to let ramadhan leave. Too heavy I'm so afraid, my sins are still not forgiven.

Aku rindu malam-malam yang diisi dengan tarawih dan tilawah
Aku rindu siang yang tak dilalui kecuali dengan menahan diri
Aku rindu betapa luasnya pengampunan dan betapa hampirnya syurga yang dijanjikan - ia memberi pengharapan terhadap para pendosa yang hina, seperti aku.
Aku rindu dekatnya Dia, dan barakahnya setiap detik dalam bulan mulia ini.

Kalaulah bisa ditahan waktu dari merangkak pergi...

Ramadhan

tempat mengutip bekalan,

finally makes it way.



Biar masih sehari berbaki,
Ku bisikkan kerinduan pada Ilahi,
rindu pada bulan barakah kurniaanNya
sedih yang tak terucap.
Biarku bisikkan perasaan ini pada Rabbi,
dengan bahasa yang cuma aku dan Dia mengerti.


Nyata Rabbku membalas,
dalam tilawahku pada hari itu.
Dengan kisah Ibrahim alaihissalam.



"Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang lalu dia berkata, 'Inilah Tuhanku', Maka ketika bintang itu terbenam, dia berkata, 'Aku tidak suka kepada yang terbenam"

"Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata, 'Inilah Tuhanku." Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, 'Sungguh, jika Tuhanku tidak memberiku petunjuk, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat"

"Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata "Inilah Tuhanku, ini lebih besar', Tetapi ketika ia terbenam, dia berkata, 'Wahai kaumku sungguh aku berlepas diri terhadap apa yang kamu persekutukan"

"Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan, mengikut agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik"

{6:76-79}


Aku terjeda pada kisah Ibrahim yang tulus mencari.
Allah mahu mengajarku melepaskan...
Bintang, bulan, mentari. Semuanya hadir dan pergi.

Begitu juga ramadhan yang menyinar - ia hadir, dan harus jua pergi.

Namun Rabb, pencipta dan pemilik ramadhan,
Tetap saja ada.

Tetap menawarkan keampunan,
Sedia mendengarkan dan mengabulkan pinta para perayu.





Barakahnya ramadhan,
Kuatkah aku melalui sebelas bulan mendatang?

Gusar dan harap

No comments:

Post a Comment