Ukhti, aku dirudung sayu
Saat kau kulihat berbalas komen dan like di dinding sang tunang
Ukhti, aku dicengkam pilu
Saat engkau berkomentar peri filem panggung terkini
Ukhti, aku dihurung sepi
Dadaku berombak - Ukhti,
Kau tak membenci jalan ini
Kau tak terbeban oleh jalan ini
Kau tak dikongkong oleh jalan ini
Kau cuma
Teralih oleh mehnah peribadi - yang mencengkam
Tertipu saat disibukkan oleh dunia - yang memperdaya
Tertahan dek maksiat hitam membesit - yang mengaburkan tujuan
Hingga engkau lupa,
Ini jalan indah yang pernah kita ikrarkan bersama
Ini jalan sukar, yang keserabutannya mengajar kita erti kemanisan
Ini jalan anbiya', yang tak mungkin kita pilih selainnya
Ukhti aku merayu
Janganlah engkau berputus asa dari jalan dakwah ini...
Di tengah bening dhuha
Aku teringat
Aku rindu saatnya
Imanku lemah dan engkau, menguatkan
Aku keculasan dan engkau, mengingatkan
Aku keletihan dan engkau, memberi semangat
Antara kelibatmu - kamu, kamu dan kamu di jalan ini dan sebuah memori
Ukhti, aku kerinduan.
NDNT
10:36:34
23.05.16
Exeter Way, Sheffield
No comments:
Post a Comment